Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

Kei, Bassist Band Fear, and Loathing in Las Vegas Meninggal Dunia!

1:32 PM Add Comment
Rabu (16/1) Situs web resmi untuk Band Fear, and Loathing in Las Vegas mengumumkan bahwa bassisnya Kei meninggal karena gagal jantung akut di rumahnya pada hari Sabtu. Sebuah upacara pemakaman untuk para kerabat diadakan pada hari Selasa lalu.


Band akan terus berjalan. Namun, untuk saat ini band telah membatalkan rencana perilisan album, tur, dan eventMega Vegas”. Staf akan mengumumkan detail pengembalian uang di post terpisah. Album yang belum diberi judul ini dijadwalkan untuk tanggal 27 Maret.


Band ini dibentuk pada tahun 2008 dan merilis album pertamanya pada tahun 2010. Grup ini telah membawakan lagu tema untuk anime : Baki, Gokukoku no Brynhildr, Gakuen Basara : Samurai High School, Gyakkou Burai Kaiji : Hakairoku-hen, Hunter x Hunter, Parasyte -the maxim-  dan Sengoku Basara : End of Judgement.

Source : Situs Web Resmi Fear, and Loathing in Las Vegas

#articles #japan #band #music #anime #fearandloathinginlasvegas #member #bassist #passedaway

Menyusul Yuki Kajiura Dan Keiko Kubota, Anggota Kalafina Hikaru Masai Meninggalkan Agensi Star Craft Produce!

5:13 PM Add Comment
Situs resmi dari penyanyi yang beranggotakan tiga orang wanita Kalafina mengumumkan bahwa Hikaru Masai mengakhiri kontraknya dengan agensi Space Craft Produce tanpa ada masalah pada 20 Oktober, dan bahwa dia telah meninggalkan agensi. Pengumuman tidak menyebutkan apakah dia juga meninggalkan Kalafina.

Hikaru Masai

Hikaru sering memberikan bagian vokal tengah dalam lagu-lagu Kalafina. Dia memulai debutnya di Kalafina dalam singleSprinter / ARIA” tahun 2008, di mana dia menyajikan bagian melodi utama untuk kedua lagu. Lagu-lagu itu digunakan sebagai lagu tema untuk film keempat dan kelima dari anime Kara no Kyoukai.

Kalafina 2nd Single - Sprinter / Aria

Penyanyi Keiko Kubota telah meninggalkan unit Kalafina pada tanggal 1 April. Situs resmi telah mengungkapkan bahwa dua penyanyi lainnya Wakana Ootaki dan Hikaru akan terus melanjutkan aktivitas musik mereka. Ootaki mengumumkan karir solonya pada 11 Agustus dan akan resmi memulai debutnya tahun depan.

Keiko Kubota

Yuki Kajiura, pendiri Kalafina, meninggalkan agensi Space Craft Produce pada bulan Februari lalu. Space Craft Produce menyatakan kepada Oricon News setelah kepergian Kajiura bahwa Kalafina akan tetap bekerja di bawah perusahaan.

Yuki Kajiura

Kajiura memulai grup musik Kalafina pada tahun 2007 untuk membawakan lagu-lagu tema untuk film-film anime Kara no Kyoukai. Kajiura memproduksi, menyusun, dan menulis lirik lagu untuk sebagian besar lagu grup. Grup ini memulai dengan empat anggota, dengan dua dari empat anggota Keiko Kubota dan Wakana Ootaki setelah sebelumnya bekerja dengan Kajiura di bawah proyek FictionJunction-nya. Maya Toyoshima meninggalkan grup pada tahun 2009.


Kalafina telah membawakan lagu-lagu tema untuk anime seperti Sora no Woto, Aldnoah.Zero, Kuroshitsuji, Eve no Jikan, Fate/Zero, Fate/Stay Night : Unlimited Blade Works, dan yang terbaru Katsugeki! Touken Ranbu. Grup ini telah merilis 21 Single dan enam album studio.

Kalafina 21st Single feat. Katsugeki Touken Ranbu


#articles #japan #music #artist #kalafina #hikarumasai #leaves #agency #spacecraftproduce

Hatsune Miku Music Cafe Telah Dibuka di Akihabara !

5:02 PM Add Comment

Hatsune Miku menetapkan untuk mengambil alih Stasiun AniON Akihabara dari tanggal 7 September hingga 21 Oktober untuk pop-up bernama Hatsune Miku Music Cafe!

Pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati lebih dari seribu judul Miku yang sangat populer melalui pengeras suara yang canggih di kafe serta menonton video musiknya di layar besar. Di antaranya adalah lagu baru berjudul “Sensitive Summer / ZMLS feat Hatsune Miku” yang merupakan lagu tema kafe Miku.


Kafe ini juga menyajikan menu kolaborasi spesial yang terinspirasi oleh Miku dan  bintang-bintang Vocaloid lainnya. Pesanan makanan akan datang dengan bonus stand akrilik (salah satu dari lima desain yang dipilih secara acak) sementara sebagian besar minuman akan datang dengan alas gelas gratis (dari enam desain yang tersedia).



Ilustrator Kisaragi Yu juga telah menciptakan serangkaian visual acara spesial yang menampilkan karakter Vocaloid yang tampak modis dalam pakaian olahraga. Ini juga muncul pada merchandise orisinal yang ditawarkan di kafe, termasuk pena, gantungan kunci dan pouch.


Hatsune Miku Music Cafe akan dibuka pada 7 September hingga 21 Oktober. Disana juga akan ada acara peluncuran khusus yang diadakan pada 8 dan 9 September dengan sejumlah DJ dan Kreator dijadwalkan untuk ikut serta sebagai tamu.

Source : Otaku Mode News

#articles #japan #vocaloid #music #cafe #hatsunemiku #merchandise #anion #akihabara

Yoshiki X Japan Menyumbangkan 10 Juta Yen Untuk Korban Bencana Banjir di Jepang Barat!

1:34 PM Add Comment
Minggu lalu sebagian besar bagian Jepang barat terkena hujan deras ekstrim yang disebabkan badai yang lewat. Daerah-daerah tertentu terkena banjir akibat hujan selama sekitar satu jam, dan ribuan rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi dengan total korban mencapai 200 orang dan terus bertambah.

Sekarang hujan telah berhenti, upaya bantuan sedang berlangsung, tetapi terhambat oleh cuaca panas yang ekstrim dan kerusakan pada jalur transportasi. Pada tanggal 10 Juli Perkumpulan Palang Merah Jepang mengumumkan bahwa mereka akan menerima donasi untuk daerah-daerah yang terkena dampak.

Salah satu yang pertama melangkah maju tidak lain adalah Yoshiki dari X Japan yang multi-talenta. Mendengar berita itu saat di Los Angeles, dia men-tweet perasaannya. Berikut adalah isi dari cuitannya di akun Twitter :
“Saya baru saja mendengar berita Amerika. Saya berdoa untuk jiwa orang-orang yang meninggal. Dan saya harap kerusakan yang disebabkan oleh hujan lebat tidak akan menyebar lebih jauh”.
Sementara doa untuk mereka yang meninggal itu baik, harus melakukan tindakan untuk membantu mereka yang masih hidup. Jadi, Yoshiki juga menyumbangkan donasi yang cukup besar yaitu 10.000.000 Yen kepada Perkumpulan Palang Merah Jepang melalui organisasi amalnya sendiri The Yoshiki Foundation America.

Ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian sumbangan dermawan yang dibuat untuk berbagai bencana selama bertahun-tahun. Setelah gempa bumi dan Tsunami Tohoku yang menghancurkan pada tahun 2011, Yoshiki mengumpulkan 11 Juta Yen dengan melelang piano kristalnya yang ia gunakan selama konser terakhir X Japan.

Pada 2015, Yoshiki bersama dengan sisa X-Japan, menyumbangkan lebih dari 28 Juta Yen, seluruh penghasilan mereka dari dua pertunjukan festival musim panas ke wilayah Tohoku.

Dia terus mendukung perbaikan daerah tersebut pada tahun 2016 dengan menjual satu drum berharganya seharga 6 Juta Yen. Dia juga menyerahkan 10 Juta Yen setelah gempa Kumamoto 2016 untuk membantu membangun kembali proyek disana.

Juga, jangan sampai anda berpikir kemurahan hatinya hanya terhadap Jepang, Yoshiki juga menyumbangkan 25 ribu Dolar untuk membantu Texas mengatasi kerusakan yang disebabkan oleh Badai Harvey serta sumbangan 100 ribu dolar lainnya untuk mereka yang dilakukan melalui Yayasan MusiCares.

Meskipun donasinya sendiri luar biasa, kekuatan sebenarnya dari kebaikan Yoshiki mengingatkan kami semua bahwa kami dapat membantu juga. Jika anda ingin menyumbang ke Palang Merah Jepang di Jepang Barat, berikan apa yang anda bisa melalui informasi yang diberikan.

Source : SoraNews24

#articles #japan #disaster #xjapan #yoshiki #donations #flood #extremerain #evacuation

Lagu Pembuka Sailor Moon, Moonlight Densetsu Dimainkan Dalam Instrumen Tradisional Jepang!

3:03 PM Add Comment
Moonlight Densetsu (Legend), tema pembuka dari anime klasik 90-an Sailor Moon, masih merupakan lagu dan karaoke favorit meskipun pertama kali menghiasi layar TV 25 Tahun yang lalu. Lagu ini langsung dapat dikenali tidak masalah anda menonton versi jepang atau versi bahasa inggris, karena yang terakhir benar-benar mempertahankan melodi lagu asli (tidak seperti banyak anime populer lainnya pada waktu itu seperti Pokemon). Tidakkah hanya mendengar rekamannya yang sudah biasa membuat anda terpukau dalam alunan nostalgia dan angan-angan masa kecil?
Ada banyak yang mengcover lagu selama bertahun-tahun, tetapi khusus yang satu ini menggunakan wagakki, atau instrumen tradisional Jepang, yang menimbulkan minat kita. Video itu pada awal tahun diposting oleh Nami Kineie, seorang master shamisen tiga senar yang memiliki repertoar CD yang mengesankan di bawah tali pinggangnya. Kinie telah membawa kita dengan aransemen unik Moonlight Densetsu berikut ini.

Yang sangat mengharukan bagi kita adalah bagian komentar video, yang penuh cinta dan pujian dari orang-orang di seluruh dunia.
“Sangat Indah”
“Sungguh luar biasa melihat musisi yang lebih tua mengcover lagu Sailor Moon”
“Rasanya seperti saya sedang menonton Sailor Senshi,tetapi mengenakan kimono!”
“Saya suka bagaimana warna kimono sesuai dengan warna gambar karakter”
“Keseriusan musik tradisional Jepang dan band tua ini, melawan musik anime Sailor Moon yang raing gembira! Wow!”
Ini bukan yang pertama juga bukan menjadi yang terakhir pengaruh budaya pop Jepang yang Kinie dan teman-temannya persiapkan. Lihat Cover Senbonzakura dari Hatsune Miku (Lengkap dengan Vokal):
Jika anda menyukai apa yang anda dengar, pastikan untuk mengikuti situs web resmi Kineie, chanel YouTube, atau akun Twitternya. Semoga kita akan melihat lebih banyak video yang terinspirasi dari anime dalam waktu dekat!

Source : SoraNews24

#articles #japan #culture #music #japaneseinstrument #wagakki #namikineie #sailormoon

Terjual Lebih Dari 2,5 Juta Eksemplar Dalam Waktu Singkat, Single Baru AKB48 Banyak Berakhir Di Tempat Sampah

3:33 PM Add Comment
Idol group AKB48 baru saja merilis single ke-52 mereka yang bertajuk Teacher Teacher pada tanggal 30 Mei lalu. Namun, belum saja diluncurkan, single tersebut telah terjual lebih dari 2,5 juta dalam sistem pre-order. Selain karena seorang anggota Team 8, Yui Ogura yang tampil pertama kali sebagai center, juga karena terlibatnya koreografer K-pop di MV single ini, di mana ini menjadi pertama kalinya melibatkan koreografer non-Jepang.


Meski tidak dapat dipungkiri lagi, alasan paling kuat untuk jumlah penjualan yang begitu besar ini, juga dikarenakan adanya tiket vote untuk Senbatsu Sousenkyo, single ke-53 AKB48, yang terdapat dalam setiap single Teacher Teacher. Setiap suara yang dihitung nantinya akan digunakan untuk menentukan peringkat popularitas para idol, dan jika mereka menginginkan idol favoritnya mendapatkan peringkat tinggi, berarti semakin banyak vote yang dibutuhkan.


Karena itulah, para penggemar garis keras menganggap tugas mereka adalah mendukung idola favorit mereka dengan cara membeli tiket vote yang terdapat dalam single Teacher Teacher, dan tentunya hal tersebut membuat para penggemar didorong untuk membeli single tersebut sebanyak mungkin yang mereka bisa. Namun, karena para penggemar yang rela membeli puluhan bahkan ratusan single hanya untuk tiket vote-nya saja, maka tak heran jika dikemudaian hari akan ada banyak kepingan CD yang justru ditelantarkan begitu saja.

Satu hari setelah rilis, seorang pengguna Twitter @songokkun1, yang tanggal 31 Mei lalu, memposting banyaknya kantong sampah yang penuh dengan kepingan CD single Teacher Teacher, dan semuanya dilemparkan begitu saja ke tempat sampah sebelum akhirnya dibakar.



Hal ini menimbulkan beragam reaksi dari para netizen, "Tidak bisakah perusahaan rekaman tak menyertakan CD, dan hanya menjual tiket vote-nya secara langsung?", ujar seorang netizen membalas cuitan @songokkun1. Pengguna Twitter lainnya juga turut berbagi kekesalannya dan mengatakan jika hal itu merupakan salah satu tindakan penghinaan terhadap musik.

Sudah bertahun-tahun, AKB48 telah menyisipkan tiket vote, tiket handshake maupun hadiah spesial seperti photobook di dalam single mereka. Berkat itulah, mereka terus meraih pendapatan penjualan fisiknya, dan sudah menjadi rahasia umu jika para penggemar berbondong-bondong membeli banyak single

Source : Japanese Station
#article #japan #culture #lifestyle #music #idol #idolgroup #akb48 #single #teacherteacher #netizen