Rabu
(16/1) Situs web resmi untuk Band Fear,
and Loathing in Las Vegas mengumumkan bahwa bassisnya Kei meninggal karena gagal jantung akut di rumahnya pada hari
Sabtu. Sebuah upacara pemakaman untuk para kerabat diadakan pada hari Selasa
lalu.
Band
akan terus berjalan. Namun, untuk saat ini band telah membatalkan rencana
perilisan album, tur, dan event “Mega Vegas”. Staf akan mengumumkan
detail pengembalian uang di post terpisah. Album yang belum diberi judul ini
dijadwalkan untuk tanggal 27 Maret.
Band
ini dibentuk pada tahun 2008 dan merilis album pertamanya pada tahun 2010. Grup
ini telah membawakan lagu tema untuk anime
: Baki, Gokukoku no Brynhildr, Gakuen
Basara : Samurai High School, Gyakkou
Burai Kaiji : Hakairoku-hen, Hunter x
Hunter, Parasyte -the maxim-dan Sengoku
Basara : End of Judgement.
Situs
resmi dari penyanyi yang beranggotakan tiga orang wanita Kalafina mengumumkan bahwa Hikaru
Masai mengakhiri kontraknya dengan agensi Space Craft Produce tanpa ada masalah pada 20 Oktober, dan bahwa
dia telah meninggalkan agensi. Pengumuman tidak menyebutkan apakah dia juga
meninggalkan Kalafina.
Hikaru Masai
Hikaru
sering memberikan bagian vokal tengah dalam lagu-lagu Kalafina. Dia memulai debutnya di Kalafina dalam single “Sprinter / ARIA” tahun 2008, di mana
dia menyajikan bagian melodi utama untuk kedua lagu. Lagu-lagu itu digunakan
sebagai lagu tema untuk film keempat dan kelima dari animeKara no Kyoukai.
Kalafina 2nd Single - Sprinter / Aria
Penyanyi
Keiko Kubota telah meninggalkan unit
Kalafina pada tanggal 1 April. Situs
resmi telah mengungkapkan bahwa dua penyanyi lainnya Wakana Ootaki dan Hikaru
akan terus melanjutkan aktivitas musik mereka. Ootaki mengumumkan karir solonya pada 11 Agustus dan akan resmi
memulai debutnya tahun depan.
Keiko Kubota
Yuki Kajiura, pendiri Kalafina,
meninggalkan agensi Space Craft Produce
pada bulan Februari lalu. Space Craft
Produce menyatakan kepada Oricon News
setelah kepergian Kajiura bahwa
Kalafina akan tetap bekerja di bawah perusahaan.
Yuki Kajiura
Kajiura
memulai grup musik Kalafina pada
tahun 2007 untuk membawakan lagu-lagu tema untuk film-film animeKara no Kyoukai. Kajiura memproduksi, menyusun, dan
menulis lirik lagu untuk sebagian besar lagu grup. Grup ini memulai dengan
empat anggota, dengan dua dari empat anggota Keiko Kubota dan Wakana
Ootaki setelah sebelumnya bekerja dengan Kajiura di bawah proyek FictionJunction-nya.
Maya Toyoshima meninggalkan grup
pada tahun 2009.
Kalafina
telah membawakan lagu-lagu tema untuk anime
seperti Sora no Woto, Aldnoah.Zero, Kuroshitsuji, Eve no Jikan,
Fate/Zero, Fate/Stay Night : Unlimited Blade Works, dan yang terbaru Katsugeki! Touken Ranbu. Grup ini telah
merilis 21 Single dan enam album
studio.
Hatsune Miku menetapkan untuk mengambil alih Stasiun AniON Akihabara
dari tanggal 7 September hingga 21 Oktober untuk pop-up bernama Hatsune Miku Music Cafe!
Pengunjung
akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati lebih dari seribu judul Miku yang
sangat populer melalui pengeras suara yang canggih di kafe serta menonton video
musiknya di layar besar. Di antaranya adalah lagu baru berjudul “Sensitive Summer
/ ZMLS feat Hatsune Miku” yang
merupakan lagu tema kafe Miku.
Kafe
ini juga menyajikan menu kolaborasi spesial yang terinspirasi oleh Miku
danbintang-bintang Vocaloid lainnya. Pesanan makanan akan datang dengan bonus stand
akrilik (salah satu dari lima desain yang dipilih secara acak) sementara
sebagian besar minuman akan datang dengan alas gelas gratis (dari enam desain
yang tersedia).
Ilustrator
Kisaragi Yu juga telah menciptakan
serangkaian visual acara spesial yang menampilkan karakter Vocaloid yang tampak modis dalam pakaian olahraga. Ini juga muncul
pada merchandise orisinal yang ditawarkan di kafe, termasuk pena, gantungan
kunci dan pouch.
Hatsune
Miku Music Cafe akan dibuka pada 7 September hingga 21 Oktober.
Disana juga akan ada acara peluncuran khusus yang diadakan pada 8 dan 9
September dengan sejumlah DJ dan Kreator dijadwalkan untuk ikut serta sebagai
tamu.
Minggu
lalu sebagian besar bagian Jepang barat terkena hujan deras ekstrim yang
disebabkan badai yang lewat. Daerah-daerah tertentu terkena banjir akibat hujan
selama sekitar satu jam, dan ribuan rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor
yang terjadi dengan total korban mencapai 200 orang dan terus bertambah.
Sekarang
hujan telah berhenti, upaya bantuan sedang berlangsung, tetapi terhambat oleh
cuaca panas yang ekstrim dan kerusakan pada jalur transportasi. Pada tanggal 10
Juli Perkumpulan Palang Merah Jepang mengumumkan bahwa mereka akan menerima donasi
untuk daerah-daerah yang terkena dampak.
Salah
satu yang pertama melangkah maju tidak lain adalah Yoshiki dari X Japan yang
multi-talenta. Mendengar berita itu saat di Los Angeles, dia men-tweet
perasaannya. Berikut adalah isi dari cuitannya di akun Twitter :
“Saya
baru saja mendengar berita Amerika. Saya berdoa untuk jiwa orang-orang yang meninggal.
Dan saya harap kerusakan yang disebabkan oleh hujan lebat tidak akan menyebar
lebih jauh”.
Sementara
doa untuk mereka yang meninggal itu baik, harus melakukan tindakan untuk
membantu mereka yang masih hidup. Jadi, Yoshiki juga menyumbangkan donasi yang
cukup besar yaitu 10.000.000 Yen kepada Perkumpulan Palang Merah Jepang melalui
organisasi amalnya sendiri The Yoshiki Foundation America.
Ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian sumbangan dermawan yang dibuat untuk berbagai bencana selama bertahun-tahun. Setelah gempa bumi dan Tsunami Tohoku yang menghancurkan pada tahun 2011, Yoshiki mengumpulkan 11 Juta Yen dengan melelang piano kristalnya yang ia gunakan selama konser terakhir X Japan.
Pada
2015, Yoshiki bersama dengan sisa X-Japan, menyumbangkan lebih dari 28 Juta
Yen, seluruh penghasilan mereka dari dua pertunjukan festival musim panas ke
wilayah Tohoku.
Dia
terus mendukung perbaikan daerah tersebut pada tahun 2016 dengan menjual satu
drum berharganya seharga 6 Juta Yen. Dia juga menyerahkan 10 Juta Yen setelah
gempa Kumamoto 2016 untuk membantu membangun kembali proyek disana.
Juga,
jangan sampai anda berpikir kemurahan hatinya hanya terhadap Jepang, Yoshiki
juga menyumbangkan 25 ribu Dolar untuk membantu Texas mengatasi kerusakan yang
disebabkan oleh Badai Harvey serta sumbangan 100 ribu dolar lainnya untuk
mereka yang dilakukan melalui Yayasan MusiCares.
Meskipun donasinya sendiri luar biasa, kekuatan sebenarnya dari kebaikan Yoshiki mengingatkan kami semua bahwa kami dapat membantu juga. Jika anda ingin menyumbang ke Palang Merah Jepang di Jepang Barat, berikan apa yang anda bisa melalui informasi yang diberikan.
Moonlight
Densetsu (Legend), tema pembuka dari anime klasik 90-an Sailor Moon, masih
merupakan lagu dan karaoke favorit meskipun pertama kali menghiasi layar TV 25
Tahun yang lalu. Lagu ini langsung dapat dikenali tidak masalah anda menonton
versi jepang atau versi bahasa inggris, karena yang terakhir benar-benar
mempertahankan melodi lagu asli (tidak seperti banyak anime populer lainnya
pada waktu itu seperti Pokemon). Tidakkah hanya mendengar rekamannya yang sudah
biasa membuat anda terpukau dalam alunan nostalgia dan angan-angan masa kecil?
Ada
banyak yang mengcover lagu selama bertahun-tahun, tetapi khusus yang satu ini
menggunakan wagakki, atau instrumen tradisional Jepang, yang menimbulkan minat
kita. Video itu pada awal tahun diposting oleh Nami Kineie, seorang master
shamisen tiga senar yang memiliki repertoar CD yang mengesankan di bawah tali
pinggangnya. Kinie telah membawa kita dengan aransemen unik Moonlight Densetsu
berikut ini.
Yang
sangat mengharukan bagi kita adalah bagian komentar video, yang penuh cinta dan
pujian dari orang-orang di seluruh dunia.
“Sangat
Indah”
“Sungguh
luar biasa melihat musisi yang lebih tua mengcover lagu Sailor Moon”
“Rasanya
seperti saya sedang menonton Sailor Senshi,tetapi mengenakan kimono!”
“Saya
suka bagaimana warna kimono sesuai dengan warna gambar karakter”
“Keseriusan musik tradisional Jepang dan band tua ini, melawan musik
anime Sailor Moon yang raing gembira! Wow!”
Ini bukan yang pertama juga bukan menjadi yang
terakhir pengaruh budaya pop Jepang yang Kinie dan teman-temannya persiapkan.
Lihat Cover Senbonzakura dari Hatsune Miku (Lengkap dengan Vokal):
Jika
anda menyukai apa yang anda dengar, pastikan untuk mengikuti situs web resmi
Kineie, chanel YouTube, atau akun Twitternya. Semoga kita akan melihat lebih
banyak video yang terinspirasi dari anime dalam waktu dekat!
Idol groupAKB48 baru saja merilis single ke-52 mereka yang bertajuk Teacher Teacher pada tanggal 30 Mei lalu. Namun, belum saja diluncurkan, single tersebut telah terjual lebih dari 2,5 juta dalam sistem pre-order. Selain karena seorang anggota Team 8, Yui Ogura yang tampil pertama kali sebagai center, juga karena terlibatnya koreografer K-pop di MV single ini, di mana ini menjadi pertama kalinya melibatkan koreografer non-Jepang.
Meski tidak dapat dipungkiri lagi, alasan paling kuat untuk jumlah penjualan yang begitu besar ini, juga dikarenakan adanya tiket vote untuk Senbatsu Sousenkyo, single ke-53 AKB48, yang terdapat dalam setiap single Teacher Teacher. Setiap suara yang dihitung nantinya akan digunakan untuk menentukan peringkat popularitas para idol, dan jika mereka menginginkan idol favoritnya mendapatkan peringkat tinggi, berarti semakin banyak vote yang dibutuhkan.
Karena itulah, para penggemar garis keras menganggap tugas mereka adalah mendukung idola favorit mereka dengan cara membeli tiket vote yang terdapat dalam single Teacher Teacher, dan tentunya hal tersebut membuat para penggemar didorong untuk membeli single tersebut sebanyak mungkin yang mereka bisa. Namun, karena para penggemar yang rela membeli puluhan bahkan ratusan single hanya untuk tiket vote-nya saja, maka tak heran jika dikemudaian hari akan ada banyak kepingan CD yang justru ditelantarkan begitu saja.
Satu hari setelah rilis, seorang pengguna Twitter @songokkun1, yang tanggal 31 Mei lalu, memposting banyaknya kantong sampah yang penuh dengan kepingan CD single Teacher Teacher, dan semuanya dilemparkan begitu saja ke tempat sampah sebelum akhirnya dibakar.
Hal ini menimbulkan beragam reaksi dari para netizen, "Tidak bisakah perusahaan rekaman tak menyertakan CD, dan hanya menjual tiket vote-nya secara langsung?", ujar seorang netizen membalas cuitan @songokkun1. Pengguna Twitter lainnya juga turut berbagi kekesalannya dan mengatakan jika hal itu merupakan salah satu tindakan penghinaan terhadap musik.
Sudah bertahun-tahun, AKB48 telah menyisipkan tiket vote, tiket handshake maupun hadiah spesial seperti photobook di dalam single mereka. Berkat itulah, mereka terus meraih pendapatan penjualan fisiknya, dan sudah menjadi rahasia umu jika para penggemar berbondong-bondong membeli banyak single.