10 REASONS WHY WE LOVE WAGAKKI BAND (ANIMEVENT VER.)

3:21 PM
10 REASONS TO LOVE WAGAKKI BAND
 -WARNING: Artikel ini berisi pendapat yang sangat subjektif-


Wagakki Band merupakan sebuah band beranggotakan 8 orang, terdiri dari Suzuhana Yuko (Vocal), Kaminaga Daisuke (Sakuhachi –Japanese flute-), Ibukuro Kiyoshi (Koto), Ninagawa Beni (Shamisen), Kurona (Wadaiko –Japanese drum-), Machiya (Guitar), Asa (Bass), dan Wasabi (Drum).
Para member dari band ini adalah orang-orang dari komunitas NICO NICO yang bertemu dan memiliki visi yang sama dalam musik, akhirnya membentuk sebuah band yang disebut WAGAKKI BAND.


NICO NICO merupakan situs semacam Youtube yang banyak digunakan di Jepang, terutama bagi komunitas Vocaloid. Kita dapat mengupload video-video kreatif kita ke NICO NICO dan memberi komentar pada waktu menonton video lalu komentar tersebut akan muncul sebagai teks berjalan.
Pada dasarnya, keunikan band ini adalah bahwa mereka berhasil menembus penghalang bahwa sulit membuat persatuan dari music tradisional dan modern tetap dengan taste masa kini. Lagu-lagu yang dibawakan oleh Wagakki Band tidak lalu terasa seperti lagu kuno maupun lagu rock jaman sekarang, akhirnya mereka malah menciptakan semacam aliran baru yang bisa dikatakan ‘sustainable music’.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Jadi, ini dia 10 ALASAN UNTUK MENYUKAI WAGAKKI BAND versi ANIMEVENT:
  1. Mereka menciptakan aliran musik yang baru
  2. Para membernya merupakan musisi professional dan berpengalaman
  3. Lagu yang dibawakan tidak membosankan
  4. Kalau kebanyakan penyanyi sekarang butuh bantuan computer saat Live Performance, Wagakki Band TIDAK
  5. Musik tradisional dan modern saling mengisi
  6. Style kostum yang unik
  7. LIVE PERFORMANCE LUAR BIASA
  8. Kental dengan budaya Jepang
  9. Membawa ide-ide fresh dan kreatif
  10. Para membernya aktif di media sosial

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
#1 MEREKA MENCIPTAKAN ALIRAN MUSIK YANG BARU

Salah satu kekuatan utama dari Wagakki Band adalah keunikan mereka dengan berhasil mempersatukan dua aliran musik yang ‘hampir tidak mungkin’ untuk dibunyikan bersama, musik tradisional dan modern. Mungkin dalam perkembangannya, sekarang ada beberapa band indie yang melakukan ini juga, tapi masih banyak faktor yang membuat mereka bisa dibilang ‘belum sesempurna’ Wagakki Band.

Wagakki Band sendiri memiliki 4 musisi music tradisional yang semuanya merupakan pemain professional dengan pengalaman panggung bahkan sudah internasional, 3 musisi instrument modern dengan skill luar biasa, dan seorang vocalist yang cantik dengan suara yang luar biasa unik.

Video of shigin

Kalau shigin versi Suzuhana YUKO


Suzuhana Yuko tidak hanya seorang penyanyi pop Jepang, dia memiliki kemampuan dalam menyanyikan shigin dan pernah mendapat Juara Pertama sebuah kompetisi tingkat internasional. Kalau dilihat, peserta lainnya pada kompetisi semua sudah berumur mungkin lebih dari 40 tahun, dan Yuko-san adalah salah satu peserta yang termuda. Menurut author, shigin yang dibawakan Yuko-san terkesan berbeda, walaupun cengkok, nada, liriknya sama, tapi terkesan lebih ‘gaul’, jadi untuk yang muda-muda juga tidak lalu bosan mendengarnya (mungkin pengaruh juga dengan suara manusia antara yang masih muda dan yang sudah agak tua ya LOL). Selain itu, range suara Yuko-san ini lebar sekali, author tidak bisa bayangkan seberapa besar paru-parunya yah…
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Vocal. Suzuhana Yuko

Jadi, dengan keahlian music masing-masing member, akhirnya mereka berhasil menciptakan aliran music baru di mana alat tradisional dan modern dibunyikan bersama tanpa saling mengalahkan. Mereka bisa mengaransemen sehingga alat tradisionalnya juga sangat terdengar. Kalau author bilang, ‘saling mengisi’, jadi music-musik mereka terkesan ramai, dalam satu lagu hampir tidak ada space kosong, selalu ada instrument di sana, tapi saling bergantian antara suara tradisional dan modern, serta ada waktu-waktu di mana mereka dibunyikan bersama dengan sangat selaras. Author tidak tahu banyak tentang music, apalagi nada-nada yang dikeluarkan alat music tradisional, tapi kesannya berbeda kan dengan nada-nada yang dikeluarkan instrument modern, jadi menurut author sangat luar biasa bisa menyelaraskan nada-nada di music tradisional dengan modern.









Bagi author, music yang dibawakan Wagakki Band semacam music yang sustainable, tidak membosankan. Kadang kita mendengarkan suara-suara dari alat modern, tiba-tiba ada lantunan suara-suara alat tradisional yang saling mengisi, didukung oleh  vocal yang unik, dan lagu yang bagus, jadi ‘perfect’ deh. Wagakki Band juga tidak hanya memainkan lagu-lagu rock yang rame, tapi ada juga lagu-lagu ballad dan yang easy listening, misalnya Nijiro ChoCho, Nadeshiko Sakura, Yoshiwara Lament, dsb.

Jadi inilah aliran music baru yang muncul dari permainan Wagakki Band –Fusion modern dan tradisional-

#2 PARA MEMBERNYA MERUPAKAN MUSISI PROFESIONAL DAN BERPENGALAMAN

Wagakki Band memang artis baru, bahkan debut mereka baru April 2014 lalu, tapi member-membernya bukanlah orang baru di dunia musik. Kalau dibandingkan artis-artis Jepang yang debut, umur member-member Wagakki Band jauh lebih tua, tapi karena itulah mereka bukan artis yang asal debut. Mereka semua memilik talenta yang luar biasa di dunia musik. Berikut kami pernah menuliskan mengenai member-member di Wagakki Band: http://animevent.blogspot.com/2014/05/with-yuko-suzuhana-with-wagakki-band.html

VOKALIS: SUZUHANA YUKO
Yuko mulai belajar piano saat umur 3 tahun dan shigin saat umur 5 tahun. Lulus dari Tokyo College of Music jurusan Piano. Yuko sekarang aktif sebagai instruktor shigin, singer-songwriter, dan pianis. Pada Desember 2011 memenangkan Grand Prize pada Nationwide Contest of the Nippon Columbia Japan Poem Recitation Competition. Sekarang, dia merupakan vokalis, shigin, dan pianis untuk grup Hanafugetsu (grup band tradisional Jepang bersama Ibukuro dan Kaminaga). Dia juga terpilih sebagai Miss Nico Nama 2011 pada Niconico Douga Festival, dan Niconico Cho Party 2012. Yuko juga pembawa acara di Ibakira NIGHT ‘Suzuhana Yuko Tadaima Ibaraki!’, sebuah program di Ibakira TV.
Yuko-san bersama grupnya ASTY
Hanafugetsu


Selain kemampuan luar biasa di vocal dan piano, Yuko-san juga penulis lagu. Banyak lagu yang telah ditulisnya dari waktu dia masih di grup ASTY, Yukari, lalu sekarang untuk Hanafugetsu dan Wagakki Band. Lagu Yuko yang dibawakan Wagakki Band adalah HANABI (single original pertama Wagakki Band) dan Nadeshiko Zakura (Single kedua yang dirilis 25 Februari 2015 bersama –Ikusa- dan menjadi Ending Theme Song dari Anime Sengoku Musou).

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Nadeshiko Zakura merupakan lagu rock ballad kedua dari Wagakki Band. Menurut Yuko, lagu ini memang diciptakan berdampingan dengan lagu –ikusa- (ditulis oleh bassist Asa). Jadi –ikusa- yang lebih melihat dari sisi laki-laki dan bertemakan friendship, sedangkan Nadeshiko Zakura lebih melihat dari sisi wanita dan bertemakan heartbroken.

Dua orang yang bertanggung jawab untuk single baru, Ikusa/Nadeshiko Zakura

SHAKUHACHI: KAMINAGA DAISUKE
Daisuke lahir di Iwaki City, di Perfektur Fukushima. Mulai bermain Shakuhachi saat umur 18 tahun dan telah memegang beberapa award seperti lisensi dari Tozan-style Shakuhachi dan mendapatkan julukan master 'YoZan'.

Yuko-san & Dai-san

Daisuke sudah sering kali tampil di berbagai negara diluar Jepang di berbagai acara-acara besar termasuk SXSW (Texas, USA) and Japanese Cultural Event, Japan Expo (Paris, Perancis).
Daisuke menyukai musik video game dan menyampaikan kesenangannya itu melalui "Playing Works" series dengan kolaborasi dengan beberapa komposer terkenal.

Dai-san bersama Hanafugetsu

Daisuke memiliki sekolahnya sendiri untuk Shakuhachi di Tokyo, dan mengajar di beberapa collage dan universitas. Dia menyukai aktivitas dengan para remaja melalui perform-perform di beberapa sekolah di Iwaki, Fukushima.

KOTO: IBUKURO KIYOSHI
Dilahirkan di Tokyo. Pada waktu SMA, dia ditunjuk dari Agency for Culture Affairs untuk perform di China. Dia sudah pernah beberapa kali perform diluar Jepang seperti Vietnam, Iran, Qatar, Kuwait, dan Korea Selatan.




Di Jepang, penampilan Kiyoshi sudah diliput berbagai media seperti salah satunya di ZEN-ON Music Company. Kiyoshi banyak melakukan inovasi-inovasi dengan Koto, seperti yang bisa dilihat di lagu-lagu Wagakki-band.

TSUGARU SHAMISEN: BENI NINAGAWA
Lahir di Kyoto. Mulai belajar tsugaru Shamisen dan minyo (Japanese folk singing) pada umur 4 tahun. Selain musisi, Beni juga seorang model dan aktris. Dia dikenal dari video-video yang dia upload dari mengcover lagu-lagu anime dan vocaloid dengan tsugaru shamisennya.
Beni saat ini juga beberapa kali tampil bersama sub-unit Hanafugetsu (Yuko, Dai, Kiyoshi) sebagai pemain Samishen.
Yuko dan Beni
 


WADAIKO: KURONA
Kurona telah kenal alat musik wadaiko sejak berumur 3 tahun dan bergabung dalam sebuah grup wadaiko profesional di Tokyo waktu umurnya 9 tahun. Beberapa waktu kemudian, dia menjadi seorang musisi independen. Kurona telah tampil di berbagai acara internasional di luar Jepang, dan sudah dikenal baik di Jepang maupun luar Jepang melalui majalah, TV, dan perform.

Kurona melakukan inovasi-inovasi untuk menciptakan style musik yang baru menggunakan wadaiko. Dia juga pernah berkolaborasi dengan berbagai musisi terkenal. Kurona pernah menjadi juri di sebuah Central Competition di Tokyo High School Culture Festival: Folk Entertainment Division yang disponsori oleh Tokyo Metropolitan Board of Education.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Trio Rhythm of Wagakki Band: Asa-Wasabi-Kurona
 

Kurona juga pernah ambil bagian menjadi salah satu pengatur koreografi dan musik, berkolaborasi dengan banyak artis di projek seperti Blazing Rhythms, Countdown, dan The Legend of Mythica di Tokyo Disneyland dan DisneySea. Kurona juga tergabung dalam band CrowxClass sebagai pemain Wadaiko dan vokalis. Kurona-san dianggap yang paling ‘laki-laki’ di grup karena penampilannya yang macho dan suaranya yang keras dan khas. Dia juga pandai melawak lho…

GUITAR: MACHIYA
Machiya ini salah satu artis nico nico juga. Salah satu video masterpiecenya, "Night of Nights" sebuah lagu dari video game Toho Project, telah dilihat lebih dari 1,3 juta kali.
Machiya juga merupakan gitaris dan vokalis dair m:a.ture, sebuah band indie terkenal.
Machiya juga telah berpartisipasi di berbagai peformance dan tour dengan beberapa artis seperti Tsutomu Ishizuki (Fanatic◇Crisis)




Belum jelas terbukti sumbernya, tapi kabarnya Machiya adalah member yang paling tua (Yuko dan Asa sering mengatakan ‘Yasashii Oniisan’ –kakak yang baik-). Kemampuan gitarnya sangat luar biasa. Machiya juga merupakan vokalis dari Wagakki Band. Suaranya sebagai backing vocal Yuko juga sangat bagus dan bisa selaras.

BASS: ASA
Asa ini juga salah satu artis nico nico Douga, terkenal sebagai salah satu pengguna Vocaloid.
Video yang dia post, "Yoshiwara Lament" (di track 03 album Vocalo Zanmai) telah dilihat lebih dari 800.000 kali. Lagu ini juga telah ditampilkan oleh berbagai artis niconico douga. Terlebih lagi, lagu ini juga sudah di-novelkan (diterbitkan oleh AlphaPolis).  Lagu ini makin popular dibawakan oleh Kasane Teto (salah satu karakter Vocaloid) di Nico Nico Cho Party 2.
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Asa juga member dari EXIT TUNES ACADEMY, berpartisipasi di EXIT TUNES Festival. Dia ambil bagian di tur nasional ETA musim panas di 5 tempat bergengsi di Jepang.
Asa juga beberapa kali tampil di China membawakan lagu-lagu vocaloid ciptaannya. Karena seorang VocaloP, dia punya banyak lagu yang telah dirilis dalam sebuah album ‘Yoshiwara Lament’. Lagu Yoshiwara Lament juga dibawakan oleh Wagakki Band di album Vocalo Zanmai. Beberapa lagunya juga dibawakan di konser Wagakki Band seperti Aisyuu no Rain Cafetaria. Sebagai bassist, permainannya sangat unik, sebagai penulis lagu, dia juga merupakan salah satu kekuatan Wagakki Band.

Lagu –Ikusa- ditulis oleh Asa dan menjadi Opening Theme dari anime Sengoku Musou dan lagu tema dari game Sengoku Musou 4-II, dirilis pada 25 Februari 2015 bersama lagu Nadeshiko Zakura yang ditulis Suzuhana Yuko.

DRUM: WASABI
Wasabi lahir di Tiongkok. Ayahnya orang Tionghoa, ibunya separuh Jepang separuh Tionghoa. Dia juga drummer terkenal di nico nico douga.
Wasabi merupakan member yang termuda (maknae-nya nih), tapi dia seorang musisi yang luar biasa, salah satu yang spesial adalah fast-paced double bass drum dia -kolaborasi dengan wadaiko-nya Kurona adalah salah satu yang 'recognizable' dari Wagakki Band.
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Wasabi memang dikenal sebagai drummer yang tidak memakai kaos dan dipunggungnya selalu ada tulisan. Sampai dia bergabung di Wagakki Band, image ini dipertahankan, bahkan tulisan di punggungnya sekarang tidak sembarangan. Kanjinya digambar oleh @masamune_syoudo, dan biasanya tulisannya sesuai dengan tema atau lagu yang dibawakan.


Wasabi dan Kurona terkenal dengan kolaborasi mereka, di mana kedua perkusi yang beda zaman ini bisa bermain bersama, selaras dan tidak saling bertabrakan. Rupanya, mereka berdua memang teman sejak kecil, jadi Wasabi terlihat akrab sekali dengan Kurona. Kedua orang ini juga memiliki stamina luar biasa, kita bisa lihat dari penampilan mereka di konser Vocalo Zanmai Dai Ensou Kai. Permainan drum dan wadaiko dari awal sampai akhir konser stabil dan penuh energy, seperti tidak ada capeknya! Luar Biasa!

#3 LAGU YANG DIBAWAKAN TIDAK MEMBOSANKAN

Seperti yang dibilang pada poin pertama, bahwa Wagakki Band yang berhasil menciptakan sebuah aliran music baru, di mana nada-nada dari instrument tradisional Jepang dan instrument barat saling mengisi dan melengkapi, sehingga lebih sustainable dan tidak membosankan.

Wagakki Band memang debut dengan lagu-lagu Vocaloid dan beberapa diantaranya memang sudah terkenal, misalnya Roku Chounen to Ichiya Monogatari ciptaan Kemu-san, Senbonzakura ciptaan KurousaP-san, Yoshiwara Lament ciptaan Asa-san, dsb. Tapi, aransemen dan permainan Wagakki Band yang berbeda berhasil membuat sensasi yang berbeda pada setiap lagu tersebut. Wagakki Band juga berhasil membuat karakter yang kuat dalam setiap lagu yang mereka bawakan. Coba, kalau ada intro Wagakki Band, tanpa melihat pasti sudah tahu bahwa intro tersebut punya Wagakki Band.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


#4 KALAU KEBANYAKAN PENYANYI SEKARANG BUTUH BANTUAN KOMPUTER SAAT LIVE PERFORMANCE, WAGAKKI BAND TIDAK

Yah, alasan pertama karena mereka ‘band’, jadi tentu kita akan lebih focus pada si vokalis. Suzuhana Yuko. Di atas sudah dibahas berkali-kali bahwa kemampuan vocal Suzuhana Yuko luar biasa. Maaf ya, ini menurut author, tidak banyak penyanyi Jepang yang suaranya benar-benar bagus. Beberapa yang memang bagus misalnya TM Revolution, Nana Mizuki, Yuna Ito, dsb dan Suzuhana Yuko ini punya karakter suara yang kuat, range suara yang lebar (nada rendah sampai tinggi sekali bisa), dan yang penting style shiginnya yang tidak semua orang bisa.



Kita bisa melihat di konser Vocalo Zanmai Dai Ensou Kai, suaranya stabil dari awal sampai akhir, tidak ada bantuan-bantuan dari computer atau alat lain. Masih belum puas, author ingin sekali lihat sendiri langsung waktu Wagakki Band konser. Terkabul walaupun bukan konser tunggal, tapi author cukup puas dengan 4 lagu yang dibawakan, yak, waktu A-Nation Concert di Singapore. Wagakki Band ada di line kedua, membawa 4 lagu: Senbonzakura, Tengaku, Nijiiro Chocho, Hanabi. WHOA. Speechless. BAGUS BETUL!!! Dengan mata dan telingan sendiri, melihat konser mereka nggak nyesel pokoknya! LUAR BIASA! Selain music, penampilan dan kostum yang digunakan juga sangat bagus! Lalu, ada hal lagi yang menarik perhatian author, yaitu style mereka di panggung, maksudnya body-languangenya.
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Mereka ada 8 orang, 3 pemain tidak bisa kemana-mana alias terpaku pada alat musik mereka yang besar, yaitu Koto, Drum, dan Wadaiko. Lalu kelima yang lain ada di line depan, dengan gaya mereka sendiri-sendiri bisa menghidupkan suasana panggung, dan semua seimbang. Semua member aktif dan terlihat sangat mendalami permainan mereka. Vokalis Suzuhana Yuko memiliki gerakan-gerakan yang elegan dengan pakaian kimono modernnya, sambil membawa kipas, body-languangenya bagus dan menjadi salah satu poin plus bagi band ini.

#5 MUSIK TRADISIONAL DAN MODERN SALING MENGISI

Coba dengarkan music tradisional Jepang di video ini.


Gimana? 
Kalau musiknya Wagakki Band ini?

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


#6 STYLE DAN KOSTUM YANG UNIK

Lagu yang luar biasa, vocal yang luar biasa, music yang luar biasa, kostumnya juga luar biasa. Wagakki Band merupakan band rock yang juga beraliran tradisional. Mereka kental sekali membawa budaya Jepang. Style mereka memang unik, tapi tidak sampai seperti Visual Kei, malah menurut author berbeda dengan Visual Kei, kostum dan style yang digunakan Wagakki Band memperkuat karakter masing-masing (karena mereka punya karakter sendiri-sendiri sebelum debut di Wagakki Band).




Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Yang selalu paling jadi perhatian adalah kimononya Suzuhana Yuko. Pakaian yang digunakan Yuko dirancang oleh Yuka-san. Detail dan pattern di setiap bajunya sangat diperhatikan.

http://www.yuka-ouka.com/index.html

Rokuchounen to Ichiya Monogatari


Tengaku


Senbonzakura



Hanabi 




Live Performance





Ikusa

 
Nadeshiko Zakura



Yuka-san juga merancang pakaian beberapa member lainnya.
Untuk pakaian member lain dirancang oleh brand GOUK. Brand pakaian dari Jepang ini terbilang sangat unik. Desain-desainnya tidak biasa dan selalu memiliki pattern yang ‘jepang banget’.

Punya Kurona nih, juga rancangan Yuka-san (SHIKI)

Kostum Beni-san memperkuat imagenya sebagai model. Biasanya dengan rok mini, atasan yang selaras dengan bawahannya, sepatu unik, rambut super lurus. Beni adalah salah satu model dari brand Gouk, jadi ada beberapa foto dia memang digunakan untuk iklan.
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Kostum Machiya-san adalah salah satu yang tersimple. Di Rokuchounen to Ichiya Monogatari, dia hanya menggunakan hakama hitam, bahkan tidak menggunakan alas kaki. Rambutnya diurai tanpa hiasan apapun. Di Hanabi, bentuk pakaiannya simple, tapi patternnya menyesuaikan yang lain. Di Ikusa, bajunya kembali simple, akan tetapi dikuatkan pada image seorang samurai ‘malah seperti ronin’, jadi sebelah lengannya dikurangi. Machiya-san pemegang sabuk hitam kendo lho…


Kostum Wasabi-san simple tapi rumit, karena yang jelas dia tidak memakai atasan, karena punggungnya akan dilukis kanji. Oleh karena itu, celana harusnya didesain lebih unik untuk menyeimbangkan karakter bagian atas. Kadang Wasabi-san menggunakan tambahan-tambahan pada leher semacam kain atau entah apa namanya.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Kurona-san sudah punya image kostum yang terusan tanpa lengan. Rambut model Visual Kei, mata yang tajam, dsb yang jelas terlihat paling macho. Pattern-pattern Jepang yang ditambahkan di beberapa bagian bajunya menyelaraskan dengan pakaian yang dipakai member lain.


Daisuke-san sepertinya yang paling cepat kalau persiapan, karena kostumnya selalu simple dalam hal bentuk, tapi rumit dalam hal pattern. Di awal debut, Dai-san hanya menyisakan sedikit rambut di kepalanya, tapi dia membuat gebrakan baru di –ikusa- dengan menumbuhkan rambutnya!


Kiyoshi-san biasanya memiliki kostum dan pattern yang selaras dengan Dai-san. Kalau dilihat bentuk tubuhnya Kiyoshi sangat cowok, tapi wajahnya agak cantik, jadi kalau author lihat, desain-desain pakaiannya dibuat supaya dia terlihat lebih manly.


Nah, salah satu yang menarik perhatian di band ini adalah Asa-san. Dia merupakan trap dan terbukti banyak orang terjebak, mengira bahwa Wagakki Band punya 3 member wanita. Ditegaskan bahwa Asa adalah laki-laki. Di Roku Chounen to Ichiya Monogatari, kostumnya sebenarnya tidak cross-dress, dia masih terlihat laki-laki, tapi jika di close-up, wajahnya yang cantiklah yang membuat banyak orang terjebak. Ditambah sabuk yang digunakan dipakai agak ke atas, sehingga terlihat seperti cara pakai kimono. Di Tengaku dan Senbonzakura, pakaiannya yang dipakai lebih mengikuti bentuk badan, dengan celana ¾ dan sandal geta. Kalau masalah style rambut, memang style itu sudah digunakan Asa dari lama, sejak dia masih anggota Virgil, lalu terkenal lewat Nico Nico, jadi style itu tetap dipertahankan.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Asa zaman masih di band Virgil

Ini muka tanpa make-up. Gimana?


Bedanya, asesoris di rambut makin beraneka ragam. Di Senbonzakura, hiasan rambutnya serupa dengan yang digunakan Yuko (bisa tuker-tukeran yah), lalu di Hanabi, hiasanya berganti-ganti. Di –ikusa- model rambutnya lebih dimodifikasi. Tapi memang sepertinya Yuko dan Asa ‘mungkin’ sering tukar-tukar hiasan rambut –“…



doh. kalau baju nggak juga mungkin ya. cuma serupa LOL. Cuma memang Wasabi kadang pinjam jaketnya Asa.


#7 LIVE PERFORMANCE YANG LUAR BIASA
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


Sudah diterangkan di atas sih, bahwa LIVE PERFORMANCE mereka sangat LUAR BIASA. Author tidak akan bilang ‘seperti rekaman’, bukan karena jadi tidak stabil tapi karena banyak improvisasi yang dilakukan. Tau sendiri, dengan kemampuan mereka bermusik, mereka sepertinya bisa bermain baik sambil menutup mata. Menurut author, mereka benar-benar musisi, jadi setiap kali tampil mereka sangat menikmati permainan mereka yang tentu saja akan sampai ke penonton, akhirnya penonton juga akan terpukau. Coba saja lihat live mereka Noushou Sakuretsu Girl.

Nah, bedanya nonton video dan nonton live performance mereka, menurut admin adalah aura pada saat mereka tampil. Basic para membernya kebanyakan berhubungan dengan tradisional Jepang, terutama vokalis Yuko, dia tidak hanya bisa menyanyi shigin, tapi juga bisa menari dengan menggunakan kipas. Di sinilah, dengan suaranya yang unik, bodylanguage nya menciptakan aura yang ELEGAN dan KLASIK! Luar biasa!!!

 




#8 KENTAL DENGAN BUDAYA JEPANG

Tidak heran band ini katanya didukung oleh program COOL JAPAN dari pemerintah. Mereka menyebarluaskan budaya Jepang yang cukup kental. Tidak hanya lewat music, tapi style. Coba Anda pergi ke Jepang, kalau di toko asesoris, apa yang anda selalu temukan?
Topeng, Kipas, Gelang, pattern-pattern Jepang, kimono, geta, dsb. Semua dipakai oleh Wagakki Band. Wagakki Band penampilannya sangat ramai, heboh, tapi inilah ciri khas yang memperkuat image mereka sebagai band dari Jepang.


#9 MEMBAWA IDE-IDE FRESH DAN KREATIF

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Ide-ide jelas dalam music mereka berhasil mengaransemen banyak lagu Vocaloid menjadi style mereka yang baru dan unik. Banyak orang yang setelah menonton Senbonzakura akan mengatakan, “OH Keren!, Cantik Banget Vokalisnya! Lagunya jadi Keren! Videonya nggak Alay! Dsb dsb…”

Kalau Anda mengikuti mereka dari awal, kita bisa lihat, mereka tetap belajar dan mencari chemistry satu sama lain, dan ini terlihat dari penampilan live mereka. Dari waktu ke waktu makin bagus dan makin stabil. Mereka juga selalu menambahkan sesuatu yang baru dan kreatif, misalnya pada sesi perkenalan, dsb. Machiya-san juga suka menambahkan kejutan-kejutan dari permainan gitarnya.


#10 PARA MEMBERNYA AKTIF DI MEDIA SOSIAL

Nah, ini salah satu yang penting. Ada beberapa agensi di Jepang yang melarang artisnya bermain di dunia social, tentu karena banyak pertimbangan, tapi hal ini membuat fans sulit berkomunikasi dengan si artis. Kalau member Wagakki Band semuanya adalah orang NICO NICO yang notabene terkenal karena media social. Mereka juga sangat aktif di twitter, beberapa aktif di facebook dan blog. Tidak jarang mereka membalas langsung twitter dari fans. Fans yang dibalas pasti bangga donk, apalagi friend requestnya di facebook di accept juga. Mereka juga sangat ramah, tapi sayangnya satu… kalau tidak bahasa Jepang, akan sulit berkomunikasi dengan mereka.


Foto di atas diupload Yuko-san di blognya. Ada tambahan dua orang kan, itu Ibu dan adik laki-lakinya Yuko-san.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Jadi itulah 10 ALASAN UNTUK MENYUKAI WAGAKKI BAND versi Animevent. Bagaimana dengan Anda?

References:
  • www.wagakkiband.jp
  • http://www.yuka-ouka.com/index.html
  • www.natalie.mu
  • AVEX Group
  • Wagakki Band Fans Club (facebook)
  • www.hanafugetsu.com
  • http://ameblo.jp/yukonouta/
  • http://www.gouk.jp/top.html
Wagakki Band OFFICIAL SHOP
(PC)http://shop.mu-mo.net/a/list2/?jsitei...
(MB)http://m-shop.mu-mo.net/a/list1/?jsit...

■mu-mo Shop
(PC)http://shop.mu-mo.net/a/list1/?artist...
(MB)http://m-shop.mu-mo.net/a/list1?artis...

■mu-mo Shop Overseas
http://shop.mu-mo.net/avx/sv/list1?js...

■Animyuumo
(PC)http://ani.mu-mo.net/
(MB)http://m-ani.mu-mo.net/



https://www.facebook.com/groups/wagakkiband/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
May 25, 2016 at 4:28 PM delete

itu yg asa si bassist. sebenernya cewe/cowo?? kalo cewe ganteng, kalo cowo cantik. #myd1ck_confused

Reply
avatar
September 27, 2016 at 11:56 AM delete

gw sekilas ngedenger wagakki dari opening sousei no omyoji. sekilas sih gw kira kek typical band jepang biasa khan band yang masukin sound alat musik etnis pikir gw sih paling pake synthesizer buat memunculkan suara instrumen tersebut. ternyata liat clip mereka eh koq ada yang pake real istrument tradisional buat ngeband. malah jadi penasaran klo clip mah bisa aja soundnya direkam dulu mungkin diedit. nontonlah video live performance mereka dan ternyata beneran keren. semua mahir ma alat musik mereka yang khusus di catatan gw sih ma daisuke gila banget maen shakuhachi sambil lompat-lompat tapi tetep napasnya stabil dan permainan shakuhachinya gak kendor.

Reply
avatar