Sebuah Minimarket Di Jepang Ini Tetap Buka Selama 2 Bulan Tanpa Penjaga Toko & Barang Dagangannya

6:18 PM
Sebuah toko tidak bisa berjalan tanpa staf, juga tidak bisa berjalan tanpa ada yang bisa dijual. Kedua aturan tersebut sudah berlaku di seluruh toko di dunia. Namun, bagaimana jika sebuah toko menolak mengikuti kedua aturan tersebut? Sebuah minimarket atau kombini di Gifu, Jepang ini bertentangan dengan dua hal tersebut yang menolak untuk tutup meskipun tidak ada yang mengelola toko dan rak-raknya hampir kosong.


Cerita awal bermula dari seorang wanita dan temannya yang sedang mengemudi melalui kota kuno Kakamigahara di Prefektur Gifu. Pada saat itu, mereka ingin membeli sebuah rokok dan berhenti di sebuah kombini setelah mereka melihat logo tanda Lawson yang mereka kenal.

Namun, saat berjalan masuk, mereka terkejut saat mendapati bahwa rak-rak itu hampir kosong, yang tersisa hanyalah beberapa minuman, permen karet, dan persediaan alat mandi. Toilet toko juga diblokir oleh rak kosong dengan catatan yang berbunyi, "Out of Order: Toilet pria dan wanita tidak tersedia."


Para pelanggan memanggil penjaga toko beberapa kali, namun tidak ada yang keluar atau bahkan menjawab panggilan mereka. Suara orang-orang yang bekerja di belakang juga tidak terdengar sama sekali. Toko tersebut benar-benar kosong, namun pintunya tidak terkunci dan lampu tetap menyala selama 24 jam sehari.

Menurut situs Lawson, toko tersebut terdaftar sebagai bagian dari jaringan toko swalayan yang mempunyai lebih dari 10.000 toko di Jepang. Di sisi lain, laporang para pelanggan yang kebingungan mengenai Lawson Hantu ini mulai viral. Keluhan pertama diposting oleh seorang pengguna Twitter Jepang di awal bulan Desember lalu.

Sala seorang pelanggan mengatakan, "Kapan pun saya pergi ke Lawson di Unuma Higashimachi, Kakamigahara mereka pasti dalam keadaan kekurangan  barang. Sepertinya toko tersebut sudah tutup tapi tidak ada tanda bahwa toko tersebut tutup. Dan ketika kalian pergi ke toko tersebut, tidak ada satu pun orang penjaga yang menyambut kalian, karena memang sebenarnya tidak orang di sana. Toko ini sangat aneh."


Kejadian tersebut adalah fenomen aneh, dan J-Cast News mulai menyelidiki toko ini secara mendalam. Menurut penyidikan mereka, seperti kebanyakan perusahaan kombini di Jepang, Lawson sering kali mencabut cabangnya sebagai waralaba untuk dijalankan oleh pemilik independen. Begitu juga halnya dengan Unuma Higashimachi Lawson di Kakamigahara.

Sebagai bagian kontrak waralaba, pewaralaba harus memberitahu kantor pusat Lawson enam bulan sebelum menutup toko jika mereka ingin melakukannya. Lawson ini mengajukan permohonan untuk ditutup pada bulan September 2017, yang berarti penutupan sebenarnya akan terjadi pada bulan Maret 2018 mendatang.

Sebenarnya situasi tertentu jika waralaba dan toko setuju, penutupan juga bisa terjadi lebih awal. Namun, pemilik Unuma Higashimachi Lawson mengatakan bahwa ia ingin toko tersebut terus beroperasi sampai akhir.

Namun, di akhir tahun 2017, pada saat bersamaan dengan keributan Lawson hantu ini dimulai, staf menyadari bahwa mereka berhenti memesan persediaan baru yang membawa mereka ke bagian penting lain dari perjanjian waralaba.

Agar toko mereka tidak mengalami kegagalan yang bisa melukai citra merek secara keseluruhan. Lawson menyediakan uang saku saitei hoshou (jaminan minimum) terlepas dari penjualan toko untuk memastikan bahwa upah karyawan tetap terbayar dan rak tetap penuh. Namun, Lawson yang satu ini tidak melakukannya sampai akhir.


Kesimpulan dari saitei hoshou akan mengalir langsung ke saku pemilik selama dia membiarkan Lawson kosong tersebut berjalan selama sisa waktu kesepakatan. Itu adalah rencana yang begitu licik, dan dia mungkin berhasil lolos jika pengguna Twitter Jepang tidak mengunggah rasa penasaran mereka mengenai Lawson kosong ini.

Pemilik toko dan Lawson akhirnya telah menegosiasikan penutupan Lawson agar dipercepat dan perusahaan tersebut mengajukan permintaan maaf kepada penduduk Kakamigahara atas ketidaknyamanannya yang disebabkan oleh insiden tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan meninjau ulang kesepakatan waralaba mereka untuk mencegah kejadian aneh tersebut kembali terulang.

Source : Japanese Station
#article #japan #culture #lifestyle #netizen #viral #minimarket #kombini #lawson #kakamigahara

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »